Songsong Bonus Demografi, LDII Cimahi Fokus Cetak Generasi Profesional Religius

Cimahi (28/2/2021). Menyongsong masa peluang atau tantangan menuju Indonesia Emas 2045 yakni dengan adanya bonus demografi, DPD LDII Kota Cimahi secara intensif berupaya untuk mencetak generasi penerus (generus) yang profesional dan religius. Salah satunya dengan melaksanakan pengajian remaja umur SMP dan SMA dengan mengusung materi tentang “Tata Krama”.

Pengajian ini dilaksanakan secara daring, dengan studio utama di Ponpes Baitul Izzah, Cimahi, dan diikuti sekitar 600 orang remaja usia SMP dan SMA di 29 studio mini masing-masing PC dan PAC LDII se-Kota Cimahi, Minggu (28/2/2021).

Ketua Dewan Penasihat DPD LDII Kota Cimahi, Ir. KH. M. Amir B.S., M.Sc dalam sambutannya mengatakan, permasalahan yang dihadapi generus saat ini sangat kompleks. Selain pergaulan bebas yang tidak ada batasnya juga dipermudah dengan mengakses internet. Sehingga generus harus diberikan rambu-rambu dengan pendidikan sesuai pedoman yang bersumber dari agama.

“Untuk menjaga dan menghindarkan generus dari pengaruh negatif kondisi dunia yang tak berbatas, maka mereka diberikan pendidikan agama. Salah satunya mengenai tata krama. Tujuannya agar mereka bisa mempunyai akhlak yang mulia, mempunyai etika dan tata krama yang baik kepada semua orang. Terutama bisa berperilaku, bertutur kata yang baik, sopan, dan santun kepada kedua orang tua,” urai Amir.

Amir juga berpesan agar generus LDII harus bisa mempunyai tri sukses yakni alim-faqih, berakhlaqul karimah, dan bisa mandiri. Ditambah bisa menerapkan enam tabiat luhur dalam kehidupan sehari-hari, yakni supaya bisa jujur, amanah, mujhid-muzhid atau hidup hemat-bekerja keras, dalam bergaul sehari-hari bisa menerapkan rukun, kompak, dan kerjasama yang baik.

“Dengan bekal tri sukses dan enam tabiat luhur akan membentuk pribadi yang profesional religius. Jika generus LDII pada 2045 sudah terbentuk dengan karakter seperti ini, insya Allah para generus LDII akan banyak yang menjadi pemimpin,” urainya.

Selain itu, anggota Bagian Pendidikan, Agama, dan Dakwah (PAD) DPD LDII Kota Cimahi, Ustad H. M. Nurdin menyampaikan beberapa perilaku tata krama yang baik dan tidak baik. Contoh perilaku yang tidak baik yakni melihat, membuka privasi orang lain bisa berupa catatan, buku ataupun HP tanpa izin pemilik barang tersebut.

“Tidak boleh membuka barang-barang yang bukan milik sendiri. Karena di dalam barang-barang itu bisa saja terdapat catatan pribadi pemiliknya yang tidak diperkenankan diketahui orang lain dan kalau ketahuan orang lain menjadi aib,” urai Nurdin.

Nurdin juga menjelaskan, sebagai orang islam ketika ingin duduk diantara dua orang yang sedang duduk berbincang, maka supaya izin terlebih dahulu jika ingin ikut bergabung berbincang. Orang Islam juga tidak boleh menghina kepada orang lain, tidak boleh memanggil kepada orang lain dengan julukan yang tidak disukainya, sehingga bisa menyakiti hati atau perasaannya.

Pemateri lainnya, Guru Bimbingan Konseling SMPN 2 Kota Cimahi Fatma Wardhani, S.Pd dalam paparannya menekankan kepada generus untuk berperilaku, bertata krama, dan beretika yang baik di manapun berada, kepada semua makhluk hidup yang ada di dunia, baik kepada sesama manusia, hewan, tumbuhan, terutama kepada pencipta yakni beretika dalam beribadah dan berdoa.

“Generus saat di sekolah tempat belajar harus saling mengenal dengan guru dan teman-teman lainnya. Orang yang memiliki etika yang baik akan disukai semua orang, derajatnya akan semakin tinggi, dan dihormati oleh siapa saja. Seperti halnya berlian yang bersinar dan harganya mahal, dimanapun tempatnya, baik di toko perhiasan bahkan di tempat sampah sekalipun, berlian tetaplah berharga dimanapun. Maka generus diarahkan supaya memiliki etika dalam bersosial, terutama kepada kedua orang tuanya,” pungkasnya. (fadel)