Negara Rawan Bencana, Masyarakat Perlu Edukasi Mitigasi Bencana

Negara Rawan Bencana, Masyarakat Perlu Edukasi Mitigasi Bencana (1)

Bandung (07/03/2021). World Bank mencatat, Indonesia termasuk kedalam 35 negara yang paling rawan mengalami bencana alam. Penilaian World Bank dibuktikan saat mengawali tahun 2021 lalu, sebanyak 154 bencana alam melanda Indonesia hanya dalam kurun waktu 3 pekan saja, mulai dari becana alam gempa bumi, banjir, longsor hingga aktivitas gunung berapi. Negara Rawan Bencana, Masyarakat Perlu Edukasi Mitigasi Bencana

Sadar akan hal tersebut, Satuan Komunitas Pramuka Sekawan Persada Nusantara, SAKO SPN Cabang Kabupaten Bandung berinisiatif menggelar Webinar yang mengupas tuntas mengenai Kesiapsiagaan Bencana. Webinar ini dilaksanakan secara daring yang dikuti oleh studio-studio mini SAKO SPN yang tersebar di 60 titik seluruh Kabupaten Bandung.

Peserta Webinar Kesiapsiagaan Studio DPW LDII Jawa Barat

Webinar ini dibuka langsung oleh drg. H. Dicky Harun, Sp. Ort. Selaku Ketua Mabi Satuan Komunitas Pramuka Daerah Sekawan Persada Nusantara SAKODA SPN Jawa Barat. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya edukasi kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat. Mengingat, negara Indonesia masuk dalam cakupan Ring of Fire yang menyebabkan Indonesia memiliki potensi bencana yang besar.

“Bencana alam itu sesuatu yang datang tiba tiba tidak bisa diketahui dan tidak bisa di prediksi, justru yang harus kita lakukan adalah mempersiapkan ketika bencana itu hadir”, Ujarnya.

Kegiatan ini memberikan pengarahan kepada peserta agar dapat mengetahui penanggulangan bencana alam. Terhubung secara daring dengan studio di Magelang, Edi Ermawan selaku Kadep PBSAR Senkom Mitra Polri yang mengupas tuntas mengenai mitigasi bencana banjir, longsor, dan erupsi gunung berapi.

Pada sesi selanjutnya, materi diisi oleh kak Eliya Amilati Hanafi yang tersambung secara daring dengan studio yang ada di Jepang dengan memaparkan materi mitigasi Bencana Gempa bumi. Sebagai mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan jenjang S2 di negeri sakura itu, ia membagikan pengalamannya tinggal di negara yang kerap kali dilanda gempa bumi. Menurutnya, penting sekali membangun bangunan anti gempa demi meminimalisir dampak pasca gempa bumi.

Dengan diadakannya webinar ini, para peserta di harapkan memiliki bekal pengetahuan memgenai managemen bencana agar selalu siap siaga mengahadapi bencana alam yang dapat terjadi kapan saja.

FitriUtami