LDII Dukung Program PKU MUI Jabar

Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Provinsi Jawa Barat (Jabar) mendukung pelaksanaan program Pendidikan Kader Ulama (PKU) yang dilaksanakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prov. Jabar. Bahkan, LDII akan menyertakan kader-kader ulamanya untuk mengikuti kegiatan ini.

Sekretaris Umum MUI Jabar Drs. HM. Rafani Akhyar, M.Si saat menerima silaturahmi DPW LDII Prov. Jabar mengatakan, MUI Jabar mempunyai program unggulan berupa program PKU. Program ini  setara dengan pendidikan strata 2 (S2). Setelah kader ulama selesai menjalani pendidikan ini, mereka akan menjadi kader MUI.

“Dalam penempatannya, ada yang menjadi kader fungsional, yakni kader yang ditempatkan di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan dakwah dan membimbing masyarakat. Selain itu ada  kader struktural, yang akan ditempatkan di struktur MUI mulai dari tingkat kelurahan/desa, kecamatan, kota/kabupaten, hingga di provinsi,” urai Rafani.

Lebih lanjut Rafani menjelaskan, program ini telah berjalan selama empat (4) angkatan sebelum terjadinya pandemi Covid-19. Saat pandemi, program ini terhenti karena tidak bisa bertatap muka secara langsung.

“Insya Allah dalam waktu dekat akan kami lanjutkan lagi secara daring. Program ini akan diselaraskan dengan program Pemprov Jabar seperti English for Ulama, one village one tahfidz, kredit mesra berbasis masjid,” urai pria yang juga Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Prov Jabar.

Menanggapi hal ini, Ketua DPW LDII Prov. Jabar, drg. H. Dicky Harun, Sp.Ort mengatakan, LDII mengapresiasi dan mendukung program PKU. Bahkan, LDII akan secara rutin berupaya mengirimkan kader ulama untuk mengikuti program ini sebagai kontribusi LDII untuk umat.

“LDII juga punya program Mubaligh Tugasan Internasional (MTI) yang sama seperti program English for Ulama. Insya Allah kami akan ikut menyukseskan program PKU dengan mengirimkan kader-kader ulama,” ujarnya.

LDII, imbuh Dicky, selama ini juga rutin mengirim MTI ke beberapa negara seperti Australia, Amerika Serikat, Belanda, Jerman, dan negara-negara lainnya dalam menyiarkan dakwah Islam ke seluruh dunia. Bahkan, tercatat LDII saat ini sudah mengirimkan MTI ke sekitar 20 negara.

“Ini upaya LDII untuk memberikan kontribusi bagi syiar Islam ke seluruh dunia. Bukan hanya di Indonesia saja, namun juga ke negara tetangga di Asia, Eropa, Amerika, Afrika, Australia. Bahkan di dekat daerah kutub juga ada kader ulama kami,” urainya.

Selain itu, Dicky juga mengharapkan agar bisa saling mengisi dan bersinergi dengan program lainnya dari MUI. Termasuk program dakwah digital untuk memenuhi kebutuhan pendidikan agama bagi kalangan milenial. Pengisian konten-konten dakwah juga bisa saling berkolaborasi sehingga bisa saling menguatkan. (fadel)