Keputrian LDII Cimahi Dorong Generus Putri Ambil Peluang Usaha Kuliner di Masa Pandemi

Cimahi (21/3/2021). Di tengah keterbatasan pada masa pandemi Covid-19, Keputrian DPD LDII Kota Cimahi (Sub Bagian Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga-red) mendorong generasi penerus (generus) putri untuk mengambil peluang usaha di sektor kuliner makanan. Sebagai langkah awal, digelar kegiatan Lomba Masak Generus Putri antar PC & PAC se-Kota Cimahi.

Kegiatan Lomba Masak ini dilaksanakan secara semi daring dari studio utama Al Mukaromah, dan  diikuti sekitar 300 orang remaja putri di 12 studio mini PC & PAC LDII se-kota Cimahi, Minggu (21/3/2021). Dalam kegiatan ini, DPD LDII Kota Cimahi Sub Bagian Keputrian mengusung tema “Generus Putri LDII Profesional Religius Mandiri”.

Koordinator Sub Bagian Keputrian, Novia Roudhoti, SE mengatakan, generus putri diharapkan memiliki keahlian dalam tiga macam, yaitu masak, manak, dan macak yang sekaligus merupakan program pembinaan Sub Bagian Keputrian DPD LDII Kota Cimahi.

“Memasak merupakan keahlian yang harus dimiliki masing-masing generus putri, terutama kelak saat berumah tangga. Keahlian ini bisa dikembangkan menjadi sesuatu yang bisa menghasilkan pendapatan. Apalagi saat pandemi sekarang ini, kebutuhan masyarakat terhadap makanan, cemilan dan lainnya yang dijual secara online meningkat. Kondisi ini harus bisa dimanfaatkan generus putri untuk mempraktikkan kemandirian,” papar Novia.

Kegiatan lomba masak ini, ujar Novia, merupakan tindak lanjut program pembinaan kepada generus putri. Kegiatan ini menekankan pada program masak, dimana generus putri diharapkan memiliki keahlian untuk mengolah bahan makanan menjadi sebuah masakan.

Dalam pelaksanaannya, peserta lomba masak diminta membuat masakan tradisional (gastronomy) dengan biaya pembuatan dibatasi sebesar 50 ribu rupiah. Peserta masing-masing PC maupun PAC, membuat kelompok kecil sebanyak tiga kelompok yang disesuaikan dengan jumlah peserta di masing-masing tempat. Hasil masakan tradisional tiap kelompok tersebut, dinilai dari segi plating (penampilan), kreativitas, dan cita rasa.

“Masakan tersebut dikumpulkan dengan dua cara, yaitu foto makanan dikumpulkan melalui google form dan teaser makanan dikirimkan ke studio utama Al Mukaromah. Makanan tersebut dinilai panitia dan beberapa pakar makanan tradisional dari kalangan ibu-ibu,” jelasnya.

Kegiatan ini, papar Novia, juga menekankan program generus profesional religius. Dimana setiap peserta diarahkan agar mempraktekan enam tabiat luhur yaitu jujur, amanah, mujhid-muzhid atau hemat, serta rukun, kompak, dan bisa bekerjasama dengan baik. Peserta juga diarahkan agar memiliki tri sukses, alim-faqih, berakhlaqul karimah, dan mandiri. Kegiatan ini sukses dilaksanakan, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. (fathan)