Chriswanto Santoso : Jauhkanlah sejauh-jauhnya Mindset Inferior

Jakarta. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) IX dengan mengusung tema “Penguatan SDM Profesional Religius untuk Ketahanan Dan Kemandirian Bangsa Menuju Indonesia Maju” yang bertempat di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin Jakarta Timur, Kamis (08/4/2021).


Dalam sidang paripurna II DPD dan DPW diminta untuk menyampaikan pandangan umum mengenai calon yang yang akan diusung. Sebelumnya, saat sidang Paripurna II dengan agenda Laporan Pertanggungjawaban (LPj), Ketua DPP LDII masa bakti 2016-2021, Chriswanto menyampaikan tentang 8 bidang pokok yang terbentuk menjadi prioritas. Diantranya bidang wawasan kebangsaan, bidang keagamaan, bidang pendidikan, bidang ekonomi, bidang pangan dan lingkungan hidup, bidang kesehatan, bidang teknologi digital dan bidang energi baru terbarukan,


“ke 8 program prioritas yang kami canangkan itu bukan hanya perencanaan tapi semuanya sudah ada pilot project yang sudah kita kerjakan“ tegas Chirswanto.


Ir H Chriswanto Santoso, Msc terpilih kembali menjadi Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII masa bakti 2021-2026 setelah disahkan oleh pimpinan sidang Musyawarah Nasional (Munas) IX LDII 2021.
Chriswanto Santoso terpilih kembali secara aklamasi, Sesuai dengan Tata tertib Pemilihan Ketua berdasarkan Pasal 3 ayat (2), maka Chriswanto ditetapkan sebagai calon tunggal dengan mendapatkan dukungan penuh lebih dari 30% yang selanjutnya ditetapkan menjadi Ketua DPP LDII masa bakti 2021-2026.


Setelah terpilih, Chriswanto bersama dengan tim formatur langsung membentuk komposisi personalia DPP LDII memilih kader-kader terbaik untuk mengisi struktur kepengurusan organisasi dalam masa bakti 2021-2026 salah satunya drg Dicky Harun Sp.Ort sebagai ketua DPW LDII Jawa Barat masuk dalam tim formatur tersebut.


Dalam sambutan penutupannya,ketua DPP LDII masa bakti 2021-2021 Chriswanto Santoso berpesan “jauhkanlah sejauh-jauhnya mindset inferior (pola piker rendah diri) kra itu akan menjadi barrier (hambatan) untuk bekerja keras, oleh karena itu mari kita semangat mari kita bekerja kera mari kita beramal sholeh”.