Bahas RKAB, LDII Jabar Gelar Konsolidasi Organisasi se-Jabar

(Bandung – 16/01/2021) DPW LDII Provinsi Jawa Barat menggelar konsolidasi organisasi se-Jawa Barat untuk membahas Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB) tahun 2021. Acara ini dilaksanakan secara daring melalui studio utama di GSG Minhajul Haq, Kota Bandung, dan diikuti di studio mini seluruh DPD Kota/Kabupaten se-Jawa Barat. Tercatat sekitar 29 studio mini dan sekitar 300 peserta mengikuti acara ini.

Pembahasan RKAB ini, terkait program kerja (proker) yang akan dilaksanakan DPW LDII Provinsi Jawa Barat pada tahun ini. Dalam pelaksanaannya, proker disusun untuk mendukung pelaksanaan program pembangunan yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) dan selaras dengan kebutuhan pembinaan, pembangunan, dan pengembangan LDII di Jabar.

“Konsolidasi organisasi membahas beberapa hal, terutama pembahasan tentang RKAB tahun 2021 yang mencakup program kerja yang akan kami laksanakan, serta persiapan penggunaan gedung baru DPW. Insya Allah sebulan lagi sudah finishing,” ujar Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Barat, drg. H. Dicky Harun, Sp.Ort.

Proker yang diajukan, menurut Dicky, sesuai dengan program keunggulan ke-Islaman dari pemprov, bahkan ada beberapa program yang telah dilaksanakan oleh LDII sebelumnya. Pemprov Jabar mempunyai delapan program unggulan ke-Islaman yakni pertama magrib mengaji, kedua subuh berjamaah, ketiga zakat digital, keempat one pesantren one product dimana saat ini 1.700 ponpes mempunyai produk, kelima english for ulama, keenam digitalisasi kitab kuning, ketujuh satu desa satu hafidz Al Qur’an, dan kedelapan kredit mesra berupa  pinjaman tanpa bunga yang sudah dimanfaatkan 30.000 orang.

“LDII sudah melaksanakan mengaji tidak hanya setelah magrib. Biasanya untuk anak-anak usia pra TK hingga SMP dilaksanakan pengajian setelah ashar, bahkan dilanjut setelah magrib, dengan frekuensi 5 hari setiap minggu. Sementara remaja hingga manula ada pengajian seminggu tiga kali. Kami juga menginstruksikan agar warga LDII mengaji Al Quran minimal tiga ayat setiap hari,” urainya.

Pelaksanaan sholat berjamaah lima waktu, imbuh Dicky, rutin dilaksanakan di masing-masing masjid LDII dan diikuti warga LDII yang berada di sekitar masjid tersebut. “Setiap DKM punya jadwal sholat yang telah disusun sebelumnya, sehingga warga menyesuaikannya untuk mengikuti sholat berjamaah di masjid,” terangnya.

Bahkan, Dicky ingin mengusulkan para mubalig LDII yang menguasai Bahasa Inggris agar bisa diberdayakan Pemprov Jabar, sesuai dengan program Pemprov Jabar tentang English for ulama. “Nanti akan kami ajukan para mubalig LDII yang sudah menguasai Bahasa Inggris ke Pemprov, agar bisa diberdayakan dan dimanfaatkan untuk umat,” harapnya.

Selain usulan proker, LDII Jabar rencananya akan menempati gedung baru di Jatinangor, Sumedang. Gedung yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 10 miliar ini akan difungsikan dalam waktu dekat. “Setelah finishing dan melengkapi peralatan gedung, maka aktivitas LDII Jabar akan pindah ke gedung baru,” pungkasnya. (fadel)