Atalia Ridwan Kamil : Pendapat masyarakat LDII adalah eksklusif, tapi ternyata tidak

Bandung (27/03). Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat, Atalia Praratya Ridwan Kamil membantah stigma yang beredar di masyarakat mengenai keeksklusifan organisasi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).

Menurutnya, LDII telah berkontribusi nyata kepada masyarakat hingga manfaatnya dapat dirasakan bukan hanya oleh warganya, namun juga oleh masyarakat umum.

“Pendapat masyarakat LDII adalah eksklusif, tapi ternyata tidak, saya tadi melihat kiprahnya luar biasa, manfaatnya luar biasa”, ujarnya.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Atalia Praratya, yang akrab disapa “Bunda Cinta” dalam membuka Webinar Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga DPW LDII Jawa Barat, pada Sabtu (27/03) yang dilaksanakan secara semi-daring dengan studio utama Gedung Sekretariat DPW LDII Jawa Barat, Jatinangor-Sumedang.

Pandemi yang berkepanjangan memunculkan berbagai masalah di semua sektor, mulai dari sektor ekonomi, sosial budaya, kesehatan hingga sektor Pendidikan.  Ketidakjelasan kapan pandemi akan berakhir menimbulkan tantangan baru dalam mempertahankan kesejahteraan keluarga.  Hal tersebut tak lepas dari peranan ibu dalam rumah tangga.

“Beban ganda bagi perempuan menjadi berlipat-lipat. Karena dia selain menjadi penguatu keluarga,  dia juga harus menjadi penguat bagi dirinya sendiri, karena dia juga terkadang stress menghadapi kondisi seperti ini”, lanjutnya.

Pentingnya peranan ibu dalam keluarga menjadi perhatian khusus yang harus yang perlu dikaji secara keseluruhan. Bagaimana tidak, selain harus menjaga kesehatan keluarga, ibu juga harus memastikan pendidikan anaknya berjalan dengan baik, terlebih saat pandemi ini, pembelajaran dialihkan secara daring yang tentunya memerlukan peran ekstra bagi ibu saat mendidik anaknya dirumah.

“Peranan ibu dalam keluarga meningkat luar biasa di masa pandemi, selain harus memastikan keluarga tetap sehat, juga harus memastikan mereka mampu belajar secara maksimal, apalagi banyak perempuan yang harus bekerja baik bekerja di luar rumah maupun bekerja di rumah dalam membantu ekonomi keluarga”, tambahnya.

Berbagai masalah baru yang timbul dalam keluarga pada masa pandemi dikeluhkan banyak ibu yang memikul peranan yang begitu besar dalam keluarga. 3 peran yang dipikul oleh ibu dalam membina keluarga yakni meningkatkan Kesehatan fisik, psikis dan spiritual bukanlah hal yang mudak untuk dilakukan. Tek heran, sebagian besar ibu rumah tangga cenderung mengalami stres saat pandemi.

“Jadilah seorang ibu dan perempuan yang bahagia, karena kita menjadi seorang ibu dan perempuan yang bahagia, InsyaAllahkeluarga kita akan bahagia, teman dan sekeliling kita akan Bahagia, karena dari kebahagiaan kita akan terpancar kebahagiaan orang lain”, tutupnya.